Detail Berita

Apel Luar Biasa dalam rangka memperingati Hari Desa Tahun 2025, Rabu (15/01/25)

"Ketahanan Pangan Nasional Dimulai dari Desa Swasembada Pangan"

Tema ini menjadi cerminan dari pentingnya peran desa dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, sekaligus sebagai bentuk upaya kita untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Ketahanan pangan merupakan isu yang semakin penting di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem dan tantangan global lainnya. Oleh karena itu, gerakan menanam, baik itu berupa tanaman pangan, sayuran, atau buah-buahan, harus dimulai dari desa sebagai basis kehidupan kita. Desa adalah tempat kita bisa melakukan inovasi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta menciptakan ketahanan pangan yang tangguh.

Gerakan menanam ini bukan hanya tentang menanam bibit atau tanaman, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran dan semangat gotong royong dalam masyarakat. Dalam era yang serba cepat dan teknologi ini, kita perlu kembali mengingat betapa pentingnya hubungan kita dengan alam dan cara kita mengelola sumber daya alam secara bijak untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Melalui gerakan menanam ini, kita tidak hanya berupaya untuk menciptakan ketersediaan pangan yang cukup bagi keluarga kita, tetapi juga dapat memupuk ekonomi lokal. Produk pertanian dari desa dapat menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian warga desa melalui pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang lebih baik.

Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat desa untuk berperan aktif dalam gerakan ini, mulai dari para petani, kelompok tani, pemuda, hingga ibu-ibu rumah tangga. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kita dapat menciptakan desa yang mandiri dalam hal pangan, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh warga desa.